11182017Sat
Last updateTue, 22 Nov 2016 12pm

Harits Abu Ulya : Orang Indonesia Anggota IS/ISIS Pulang Karena Tertipu Memerangi Jihadis non-IS

JAKARTA (voa-islam.com) - Sejumlah orang Indonesia kombatan Negara Islam (IS) di Irak dan Suriah diketahui BNPT telah kembali ke Tanah Air. Kepulangan mereka diketahui karena kecewa atas kondisi peperangan yang jauh berbeda dengan apa yang mereka pahami tentang konsep perang dalam ajaran Islam. Karena yang mereka perangi adalah orang Islam juga.

Menanggapi hal tersebut redaksi voa-islam.com mewawancarai Pemerhati Kontra-Terorisme, Harits Abu Ulya.

Berikut hasil wawancara Voa-islam dengan Ustadz Haris Abu Ulya (HAU) :

VOA-Islam : Apa pendapat anda tentang pernyataan pejabat BNPT beberapa hari ini bahwa petempur IS/ISIS dari Indonesia sebagian telah balik ke Indonesia karena kecewa disuruh berperang memerangi orang Islam juga?

HAU : Karena mereka dapat data di lapangan beberapa person yang kembali pulang, pergi meninggalkan ISIS di Raqqa. Prinsip alasannya pulang dan merasa tertipu ya karena tidak sependapat dengan kebijakan ISIS/Dais untuk memerangi jihadis non IS dengan stempel para sahawat.

Karena mereka dapat data di lapangan beberapa person yang kembali pulang, pergi meninggalkan ISIS di Raqqa. Prinsip alasannya pulang dan merasa tertipu ya karena tidak sependapat dengan kebijakan ISIS/Dais untuk memerangi jihadis non IS dengan stempel para sahawat.

VOA-Islam : Kenapa BNPT bisa memiliki data 56 WNI yang bergabung dengan IS/ISIS, apakah mereka sebenarnya diberangkatkan oleh agen BNPT sendiri yang menyamar sebagai mujahid penyalur?

HAU : Data BNPT dan Densus88 bisa didapat hasil koordinasi dengan BIN dan atau BAIS, karena urusan lalu-lintas WNI yang masuk ke Suriah via Turki (Istambul) atau negara lainnya mereka pantau dengan baik.

Disamping orang-orang BIN/BAIS ada yang disusupkan ke IS dan non IS, ada dari kalangan mahasiswa dan non mahasiswa (agen) dimasukkan ke sana untuk monitoring dan pemetaan. Itu mahasiswa (agen) yang disusupkan ke IS lebih dari 5 orang.

VOA-Islam : Kenapa BNPT bisa tahu mana yang bergabung dengan IS/ISIS, mana yang bergabung dengan kelompok mujahidin lainnya dan mana yang relawan kemanusiaan? Padahal secara visa tentu tidak disebutkan mau gabung kelompok apa?

HAU : Disamping orang-orang BIN/BAIS ada yang disusupkan ke IS dan non IS, ada dari kalangan mahasiswa dan non mahasiswa (agen) dimasukkan ke sana untuk monitoring dan pemetaan. Itu mahasiswa (agen) yang disusupkan ke IS lebih dari 5 orang. (aj/voa-islam.com)

  • Hot News

  • Top news

  • Latest News